Contoh Sinopsis Cerita Rakyat

MOKOLE SIOMINANGA

Pada suatu hari di desa Balinggi segerombolan penduduk yang pergi mencari kayu dan rotan di hutan menemukan seorang wanita yang kakinya yang terikat dahan rotan. saat ditanya asal usulnya,ia mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai orang tua dan tak seorang pun sanak saudara. Iapun dibawa oleh para penduduk yang menolongnya tadi ke rumah penghulu kampung. Konon,di rumah penghulu Balinggi ditemukan pula seorang laki-laki yang berasal dari sebuah batu. Keduanya pun dipelihara dan dibesarkan oleh penghulu kampung Balinggi itu dan mengumumkan pada masyarakatnya bahwa kedua orang itu akan dijadikan sepasang raja dan permaisuri karena mereka bukan manusia biasa, melainkan adalah dewa. Merekapun dikawinkan hingga lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama “Siominanga”. Iapun mempunyai beberapa saudara hingga kedua orang tuanya mangkat.
Sebagai paengganti raja,diangkatlah Siominanga sebagai pengganti ayahnya. Ia dikenal dengan sebutan Mokole Siominanga, yang artinya raja Siominanga. Iapun tidak lagi menemui kesulitan untuk memerintah karena ia selalu bersama ayahnya sejak kecilnya. Ia juga disenangi oleh rakyatnya. Kerajaan Balinggi mencapai puncak kejayaan saat di bawah pemerintahannya. Beberapa raja yang iri hati seperti raja Bada, Lore, Napu, dan Besoa yang terletak di sebelah selatan kerajaan Balinggi. Tiga kali mereka menyerang kerajaan Balinggi. Serangan pertama dilancarkan oleh kerajaan Bada, namun berhasil dipatahkan oleh kerajaan Balinggi. Karena sakit hati, kerajaan Bada bergabung dengan kerajaan Napu untuk menyerang kerajaan Balianggi kembali, namun serangan tersebut masih berhasil dilumpuhkan oleh kerajaan Balinggi. Serangan selanjutnya kerajaan Bada, kerajaan Napu, dan kerajaan Besoa kembali bergabung untuk menyerang kerajaan Balinggi dan tetap berhasil mereka halau. Walaupun korban manusia berjatuhan hingga darah mengalir sungai yang membanjiri kampung-kampung.
Perang belum usai. Musuh yang sebenarnya, yaitu Belanda pun datang. Kerajaan Balinggi menolak kedatangan Belanda karena menurut kabar, mereka sangat sulit untuk diusir. Beberapa kali Belanda menyerang kerajaan Balinggi dengan persenjataan melalui jalur laut hingga kerajaan Balinggi dipukul mundur ke daerah kekuasaan mereka yang lain.
Ketika Mokole Siominanga pun mangkat. Sebelum meninggal, ia berpesan untuk dimakamkan di desa Balinggi dan berpesan pula supaya kuburnya dirahasiakan, jangan sampai diketahui Belanda. Perjuangan raja Siominanga untuk melawan Belanda dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Koroma. Ketika Koroma berkuasa, datanglah utusan Belanda dari Parigi, yaitu seorang bangsawan Parigi. Utusan Belanda itu membujuk Koroma supaya tak usah menentang Belanda, tapi lebih baik bekerja sama dengan Belanda dengan iming-iming jabatan dan b ebas dari pajak. Akhirnya tawaran tersebut diterima dan sejak itu ia pindah ke Malakosa sebelah timur Suli.

Unsur Intrinsik :

 Tema dari cerita ini adalah legenda, karena tempat kejadiannya masih ada hingga saat ini.
 Judul : Mokole Siominanga.
 Alur (plot) : Alur maju.
 Sudut Pandang : Orang ketiga di luar cerita.
 Latar (setting) :
1. Latar tempat : Desa Balinggi.
2. Latar waktu : Siang hari.
3. Latar alat : rotan, damar, kayu, kapal perang belanda, senjata api, tombak, pedang/parang, keris.
 Penokohan dan Watak :
1. Mokole Siominanga (Raja Siominanga) : arif, bijaksana, disenangi oleh rakyat, dan bertanggung jawab.
2. Raja Balinggi : penurut kepada penghulu kampung yang telah membesarkannya.
3. Permaisuri Balinggi : penurut kepada penghulu kampung yang telah membesarkannya.
4. Raja Bada, Napu, dan Besoa : iri hati kepada raja Balinggi.
5. Orang Belanda : ingin meluaskan daerah jajahan di sebelah utara dan selatan Parigi.
6. Raja Parigi : sayang kepada saudaanya di Balinggi dan lemah pertahanan sehingga Belanda dapat menguasainya.
7. Koroma : anak dari raja siominanga yang tergiur akan jabatan dan bebas pajak.
 Amanat : Seorang anak seharusnya melanjutkan amanat dan perjuangan ayahnya. Bukannya tunduk pada jabatan dan tergiur akan bebas dari pajak.

 

Sumber: Buku cerita rakyat Sulawesi Tengah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: