The Theory of Depend

All the things happen for the reasons, it depends on what related with itself, and could be solved only depends on itself and depends on what will god give… and it’s also depends on how you addressing what happened. I called it “The Theory of Depend”

ASAL-USUL DAN PERSEBARAN MANUSIA DI INDONESIA

Indonesia dikenal sebagai salah satu wilayah yang diyakini menjadi tempat bermukimnya manusia purba. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil manusia purba beserta alat-alat kebudayaannya yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia.

 

KEHIDUPAN AWAL MANUSIA INDONESIA

 

1. Teori Kehidupan di Bumi

Berdasarkan penelitian tentang lapisan kulit bumi atau menurut geologi, dilakukan pembagian zaman sebagai berikut: Continue reading

Contoh Sinopsis Cerita Rakyat

MOKOLE SIOMINANGA

Pada suatu hari di desa Balinggi segerombolan penduduk yang pergi mencari kayu dan rotan di hutan menemukan seorang wanita yang kakinya yang terikat dahan rotan. saat ditanya asal usulnya,ia mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai orang tua dan tak seorang pun sanak saudara. Iapun dibawa oleh para penduduk yang menolongnya tadi ke rumah penghulu kampung. Konon,di rumah penghulu Balinggi ditemukan pula seorang laki-laki yang berasal dari sebuah batu. Keduanya pun dipelihara dan dibesarkan oleh penghulu kampung Balinggi itu dan mengumumkan pada masyarakatnya bahwa kedua orang itu akan dijadikan sepasang raja dan permaisuri karena mereka bukan manusia biasa, melainkan adalah dewa. Merekapun dikawinkan hingga lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama “Siominanga”. Iapun mempunyai beberapa saudara hingga kedua orang tuanya mangkat.
Sebagai paengganti raja,diangkatlah Siominanga sebagai pengganti ayahnya. Ia dikenal dengan sebutan Mokole Siominanga, yang artinya raja Siominanga. Iapun tidak lagi menemui kesulitan untuk memerintah karena ia selalu bersama ayahnya sejak kecilnya. Ia juga disenangi oleh rakyatnya. Kerajaan Balinggi mencapai puncak kejayaan saat di bawah pemerintahannya. Beberapa raja yang iri hati seperti raja Bada, Lore, Napu, dan Besoa yang terletak di sebelah selatan kerajaan Balinggi. Tiga kali mereka menyerang kerajaan Balinggi. Serangan pertama dilancarkan oleh kerajaan Bada, namun berhasil dipatahkan oleh kerajaan Balinggi. Karena sakit hati, kerajaan Bada bergabung dengan kerajaan Napu untuk menyerang kerajaan Balianggi kembali, namun serangan tersebut masih berhasil dilumpuhkan oleh kerajaan Balinggi. Serangan selanjutnya kerajaan Bada, kerajaan Napu, dan kerajaan Besoa kembali bergabung untuk menyerang kerajaan Balinggi dan tetap berhasil mereka halau. Walaupun korban manusia berjatuhan hingga darah mengalir sungai yang membanjiri kampung-kampung.
Perang belum usai. Musuh yang sebenarnya, yaitu Belanda pun datang. Continue reading

Contoh Resensi Buku

A. IDENTITAS BUKU
cover depan novel rahasia meede
Judul Buku                            :  Rahasia Meede, Misteri Harta Karun VOC
Jenis Buku                             :  Fiksi / Sejarah
Pengarang                             :  E.S. Ito
Penerbit                                 :  Hikmah, Anggota IKAPI, Jakarta
Cetakan                                  :  P.T. Mizan Publika, Jakarta
Halaman Buku                     :  671 halaman
Panjang dan Tebal Buku  :  20 cm ; 3 cm
Jenis Kertas                          :  Kuarto
Harga Buku                           :  Rp75.000,00 Continue reading

Asal Usul Nama Sulawesi / Celebes

Sulawesi, adalah nama sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Indonesia. Bentuknya cukup unik, seperti huruf K dan dilalui oleh garis meridian 120 derajat Bujur Timur, dan juga terhampar dari belahan bumi utara sampai selatan. Menurut wikipedia, nama Sulawesi kemungkinan berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’ yang menurutnya banyak ditemukan di sekitar Danau Matana. Pada dokumen dan peta lama, pulau ini dituliskan dengan nama ‘Celebes’. Hikayat asal usul nama ‘Celebes’ dalam Bahasa Bugis…
Wettu rioloE, wettu pammulanna engka to macellaE gemme’na, no pole lopinna ri birittasi’E, lokka i makkutana ko to kampongE. To kampong E wettunna ro, na mapparakai lopinna, masolang ngi engsele’na. Na wettunna makkutana i to macella’E gemme’na, to kampong E de’ na pahang ngi, aga hatu na pau. Kira-kira pakkutanana yaro to macella’E gemme’na, mappakkoi: “Desculpar-me, qual é o nome deste local?” Yero to kampongE, naaseng ngi kapang, “agatu ta katenning?”. Mabbeli adani to kampongE, “Sele’bessi”. Pole mappakoni ro, na saba’ asenna ‘Celebes’.

Terjemahan bebas: Pada waktu lampau, pada saat pertama kali rombongan orang yang berambut merah turun dari perahu dan menghampiri penduduk setempat yang sedang bekerja membuat perahu. Pimpinan rombongan tersebut bertanya mungkin dalam bahasa Portugis yang tidak dimengerti, mungkin bertanya ‘Apa nama tempat ini?’ Penduduk yang ditanyai, karena tidak paham, hanya mengira-ngira mungkin dia ditanya benda apa yang sedang dia pegang? Dengan spontan penduduk tersebut menjawab ‘Sele’bessi’ yang artinya engsel besi. Sejak saat itu, pimpinan orang yang berambut merah mencatat lokasi yang mereka datangi bernama daerah ‘Celebes’.

Salah satu ekspedisi ilmiah dunia terkait dengan Sulawesi dilakukan oleh Alfred Russel Wallace yang mengemukakan suatu garis pembatas tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia. Juga ekspedisi Snellius (Universitas Leiden) yang mempelajari tentang kondisi bawah permukaan sekitar Sulawesi sampai ke Maluku. Kedua ekspedisi ilmiah pada zaman tersebut menggunakan nama ‘Celebes’.

Yang menarik adalah masyarakat lokal pada waktu itu belum menyadari untuk memberikan nama ke pulau tempat mereka berdiam. Sehingga untuk hal ini, Celebes merupakan eksonim untuk pulau yang nyaris berbentuk huruf K ini. Dari Celebes ini kemudian berevolusi menjadi ‘Sulawesi’ yang menjadi endonim sampai saat ini.

…………………………………………………………………………………………………………….

Pada lambang daerah Sulawesi Selatan ada tulisan lontara berbahasa Makassar.

Tertulis: “Kualleangi Tallanga Natowalia” dibawah gambar perahu khas Phinisi
Lalu diterjemahkan bebas menjadi : “Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai”

Namun arti sebenarnya kata “Kualleangi Tallanga Natowalia” adalah “Lebih Kupilih Tenggelam (di lautan) daripada Harus Kembali Lagi (ke pantai)”.

Sulawesi sendiri dulu disebut Celebes oleh Belanda. konon berasal dari kata Sele’ Bessi (badik besi – bahasa bugis).

Konon dahulu waktu orang Portugis datang, dia bertemu dengan seorang pribumi yang sedang attompang sele’ alias badik (merawat badik dengan menggunakan jerus nipis)*.

Ketika itu orang Belanda bertanya: “Apa nama daerah ini?”
Tapi karena bahasanya kurang nyambung, pribumi yg ditanya mengira dia ditanya “apa nama benda yg kamu pegang itu?”
Maka dengan enteng Sang Pribumi menjawab: “Sele’ Bessi”

Nah… dari kata Sele’ Bessi inilah terbentuk kata Celebes alias Sulawesi…

,……………………………………………………………………………………………………………

Dulu ada Pelaut Portugis yang Singgah di Makassar dan Menemui Raja Gowa untuk meminta Izin berlayar sekaligus menanyakan nama Daerah ini, tetapi pada saat orang Portugis itu Menghadap ke Hadapan Raja, Raja sedang Membersihkan Sele’nya (Kerisnya), Nah pada saat itu Orang Portugis Bertanya kepada Sang Raja dengan bahasa Portugis bahwa daerah ini namanya Apa???, karena Sang Raja tidak mengerti Bahasa Portugis, maka sang Raja hanya Memperkirakan arti pertanyaan itu, Sang Raja memperkirakan bahwa orang Portugis ini sedang mempertanyakan apa nama Benda yang ada di Tangan Sang Raja, maka Sang Raja pun menjawabnya dengan SELE’ BASSI. singkat cerita Orang Portugis ini pun mencatat nama SELE’ BASSI itu untuk menamai daerah kita, dan mereka lebih mudah menyebut SELE’ BASSI dengan sebutan CELEBES.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.